22
Jan
08

Pemimpin Yang Menolak Hukum Allah; Wajib Ditentang

Ketika Islam memerintahkan umatnya mentaati pemimpin, pada masa yang sama Allah mewajibkan pemimpin melaksanakan hukumNya pemerintahan mereka. Allah memerintahkan orang-orang beriman supaya kembali kepada Allah dan Rasul sekiranya berlaku sebarang perselisihan tentang sesuatu perkara. Firman Allah;

فَإِنْ تَنَاْزَعْتــُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ إِلَى اللهِ وَ الرَّسُوْلِ (النساء : 59)
“…Kemudian jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Quran) dan Rasul (sunnahnya)”.

Orang-orang yang menolak untuk berhukum dengan hukum Allah diistilahkan oleh al-Quran sebagai kafir, dzalim dan fasiq. Ketiga-tiga golongan ini termasuk mereka yang dimurkai Allah. Bahkan orang-orang beriman dilarang cenderung kepada orang-orang yang dzalim sebagaimana firman Allah;

وَ لا تـَرْكَنُوْا إِلَى الذِيْنَ ظَلَمُوْا فَتــَمَسَّكُمُ النَّارُ (هود : 113)
“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang berlaku zalim, maka (kalau kamu berlaku demikian), api neraka akan membakar kamu…”

Al-Quran memerintahkan umat Islam supaya mengkufuri dan menentang Thaghut dan hanya beriman kepada Allah semata-mata. Inilah tanda berpegang-teguhnya mereka kepada ikatan agama.

وَ مَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَ يُؤْمِنْ بِاللهِ فَقَدِ اسْتــَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثــْقَى …(البقرة : 256)
“Dan sesiapa yang mengkufurkan (tidak percaya) Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang dengan simpulan (tali agama) yang teguh…”.

Syeikh Muhammad bin Abdul-Wahab menyatakan bahawa; “Kepala atau ketua Thaghut itu ada lima iaitu;

Syaitan yang menyeru kepada pengabdian kepada selain Allah.
Hakim yang zalim yang mengubah hukum-hakam Allah.
Orang-orang (termasuklah pemerintah) yang berhukum dengan hukum yang lain dari yang diturunkan Allah.
Orang-orang yang mendakwa ia mempunyai ilmu ghaib selain Allah.
Orang yang disembah selain Allah yang ia redha dijadikan sembahan”[1].

Imam Ibnu Katsir ketika mentafsirkan ayat ke 50 , surah al-Maidah yang berbunyi;

أ فحكم الجاهلية يبغون و من أحسن من الله حكما لقوم يوقنون (المائدة:50)
“Patutkah mereka berkehendak lagi kepada hukum-hukum jahiliah? Padahal -kepada orang-orang yang penuh keyakinan- tidak ada sesiapa yang boleh berbuat hukum yang lebih baik daripada Allah”.
Beliau menyatakan; “Sesiapa yang melakukan demikian (yakni menolak hukum Allah dan mengambil hukum-hakam yang lain sebagai gantinya seperti yang dilakukan oleh Tatar melalui raja mereka benama Genhiz Khan), maka dia adalah kafir dan wajib diperangi hinggalah ia kembali kepada hukum Allah dan RasulNya sama ada dalam masalah kecil atau besar”[2].
[1] Asy-syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Majmu’atu At-Tauhid.
[2] Ibnu Kathir, tafsir Al-Quran Al-‘Azim.

Oleh:


0 Responses to “Pemimpin Yang Menolak Hukum Allah; Wajib Ditentang”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


KEMBARA HIDUP

Modeling the Conscience, Pathfinding the Vision, Aligning the Discipline, Empowering the Passion!
"Keep your mind open to change all the time. Welcome it. It is only by examining and reexamining your opinions and ideas that you can progess. All of you were given two great gifts- your mind and your time. It is up to you to do what you please with both. You and only you have the power to determine your destiny. The choice is yours and only yours."
January 2008
S S M T W T F
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives

  • 57,723 guests

Categories


%d bloggers like this: